Televisi Mengubah Dunia

Televisi adalah sebuah alat penangkap siaran bergambar. Kata televisi berasal dari kata tele dan vision; yang mempunyai arti masing-masing jauh (tele) dan tampak (vision). Jadi televisi berarti tampak atau dapat melihat dari jarak jauh. Penemuan televisi disejajarkan dengan penemuan roda, karena penemuan ini mampu mengubah peradaban dunia. Di Indonesia ‘televisi’ secara tidak formal disebut dengan TV, tivi, teve atau tipi.

Dalam penemuan televisi, terdapat banyak pihak, penemu maupun inovator yang terlibat, baik perorangan maupun badan usaha. Televisi adalah karya massal yang dikembangkan dari tahun ke tahun. Awal dari televisi tentu tidak bisa dipisahkan dari penemuan dasar, hukum gelombang elektromagnetik yang ditemukan oleh Joseph Henry dan Michael Faraday (1831) yang merupakan awal dari era komunikasi elektronik.

Televisi sendiri menjadi bagian tak terpisahkan dalam revolusi budaya pop.

Comments

Sekilas Literatur Kristen di Indonesia

Gedung BPK Gunung Mulia Jl. Raya Bogor Jakarta Timur

Kedatangan Albert Conelisz Ruyl ke Nusantara pada 1600 bisa dianggap sebagai tonggak sejarah literatur Kristen. Sebagai seorang pedagang VOC, Ruyl melakukan perjalanan panjang dari tanah kelahirannya di Belanda untuk berdagang di wilayah Hindia Barat yang baru saja “ditemukan” orang-orang Eropa yang terkenal dengan rempah-rempahnya itu. Sebagai seorang pedagang pembantu, ia banyak berkesempatan belajar bahasa Melayu. Sebagai seorang Kristen, ia memakai pengetahuannya itu untuk mulai menerjemahkan Firman Allah.

Pada tahun 1612 Ruyl sudah mengerjakan Kitab Injil Matius. Hasil karyanya itu baru diterbitkan 17 tahun kemudian. Menurut catatan Lembaga Alkitab Inggris dan Luar Negeri, “Edisi ini mungkin sekali menandakan pertama kali dalam sejarah bahwa sebuah kitab dari Alkitab diterjemahkan dan dicetak dalam sebuah bahasa yang bukan bahasa Eropa, khusus sebagai alat pekabaran Injil.” Kitab Suci Ruyl inilah dianggap sebagai dasar pengembangan Alkitab berbahasa Indonesia misalnya Leydekker (1733), Klinkert (1879), Melayu Baba (1913), Ende(1968) hingga Alkitab yang kita pegang sekarang. Alkitab dan beberapa terbitan nyanyian rohani terutama berguna untuk penginjilan dan pemeliharaan umat.

Sebelum munculnya penerbit-penerbit Kristen sudah ada beberapa budayawan yang mempunyai latar belakang Kristen, misalnya Jan Engelbert Tatengkeng. Dia adalah sastrawan angkatan Pujangga Baru. Ia banyak berkarya pada tahun 1930-an. Selain Tatengkeng, bisa jadi ada budayawan lain yang berlatar belakang kristiani, tetapi jejaknya sulit ditelusuri. Pencipta lagu kebangsaan “Indonesia Raya”, W.R. Supratman, juga dikenal sebagai seorang Katolik.

Penerbitan kristiani pertama di Indonesia bisa disebut dimulai dari Bandung. Kalam Hidup adalah sebuah yayasan dan penerbit buku Kristen yang didirikan oleh Robert Alexander Jaffray yang berasal dari Kanada. Pada tahun 1913, Jaffray menerbitkan Bible Magazine dalam bahasa Tionghoa. Setelah itu pada bulan Oktober 1930, ia menerbitkan majalah yang sama dalam bahasa Melayu. Majalah ini kemudian diganti namanya menjadi Majalah Kalam Hidup. Dalam hal bahasa, ia dibantu oleh P.H. Pouw. Kemudian ia juga mulai menerbitkan buku-buku dalam bahasa Makassar, Bali, dan Sasak.

Disusul penerbit Kanisius yang berdiri pada Januari 1922. Mula-mula bernama Canisius Drukkerij, lembaga ini berkiprah untuk memberdayakan Indonesia melalui dunia pendidikan. Penerbit Kanisius didirikan di kota Yogyakarta. Tidak banyak orang tahu bahwa dahulu kala, tepatnya di tahun 1928, Canisius Drukkerij juga pernah menerbitkan surat kabar: Tamtama Dalem dan Swaratama. Kedua koran itu diterbitkan untuk mendukung cita-cita perjuangan kemerdekaan pemuda Indonesia kala itu.

Penerbit Gandum Mas berdiri di bawah naungan Gereja Kristus Tuhan merupakan hasil dari penginjilan John Sung pada tahun 1940-an bersaudara dengan SAAT dan Institut Teologia Aleitheia.

Sementara penerbit gunung Mulia berdiri dilatarbelakangi kesadaran bahwa kemerdekaan Indonesia tidak hanya soal politik. Untuk pembangunan bangsa, nilai-nilai spiritual dan rohani juga perlu ditanamkan. Sejalan dengan kearifan itu, Oktober 1946 didirikanlah Badan Penerbit Darurat dari Zending dan Gereja. Badan inilah yang menjadi cikal bakal berdirinya Badan Penerbit Kristen (BPK) pada tahun 1950. Dan dua puluh tahun kemudian, tepatnya tahun 1971, namanya berganti menjadi BPK Gunung Mulia dan dipakai hingga sekarang. Sejarah penerbit Gunung Mulia tak bisa tidak terkait dengan nama seorang Belanda, Dr. Jo Verkuyl. Fridolin Ukur bisa dianggap sebagai budayawan yang lahir dari BPK Gunung Mulia ini dengan karyanya Malam Sunji.

Setelah itu lahir berbagai penerbit Kristen misalnya Immanuel (1967), ANDI (1980), Metanoia (1990-an), Kharisma (1990-an), Light Publishing (200-an), Pionir Jaya dan Visi (2000-an) dan sebagainya. Bahkan literatur Kristen makin marak dengan berlomba-lombanya penerbit-penerbit umum mempunyai divisi buku Kristen misalnya Gramedia, Agromedia, dan Erlangga.

Comments

Kla Project — Comotan Sebuah Sejarah

KLA Project Returns, Bale Pare Kota Baru Parahyangan, 28 Maret 09

KLA Project Returns, Bale Pare Kota Baru Parahyangan, 28 Maret 09

KLa Project adalah kelompok musik asal Indonesia yang dibentuk oleh Katon Bagaskara, Lilo (Romulo Radjadin), Adi Adrian, dan Ari Burhani pada tahun 1988. Nama KLa sendiri diperoleh dari inisial personel band ini, sementara penggunaan huruf “A” kecil bertujuan untuk menandakan adanya dua personel yang memiliki inisial huruf tersebut.

KLa dibentuk oleh Katon, Lilo, Adi, dan Ari pada tahun 1988 di daerah Tebet, Jakarta.[1] Mereka merilis album pertamanya “KLa” pada tahun 1989 yang mencetak hits seperti Rentang Asmara, Tentang Kita, Waktu Tersisa, dan Laguku. Pada tahun 2001, KLa meluncurkan album keduanya bertajuk “Kedua” di mana terdapat lagu monumental Yogyakarta. Sementara album ketiga (Pasir Putih - 1992) mereka mencetak hits seperti Tak Bisa Ke Lain Hati dan Belahan Jiwa.

Meskipun saat itu musik KLa Project lebih maju dari zamannya, karena musik dengan irama melayu masih populer, mereka berhasil mencuri hati banyak pendengar musik. Mereka pun memiliki basis penggemar yang menamakan diri KLanis.

Setelah peluncuran album ketiga, Ari Burhani keluar dan beralih peran sebagai manajer band. KLa kemudian berjalan dengan formasi tiga orang dan menetaskan dua album, Ungu (1994) dan V (1995). Pada tahun 1996, KLa Project menggelar konser akustik akbar bertajuk KLakustik yang melibatkan musisi pendukung seperti Hendri Lamiri (Violin), Budi Haryono (Drums), dan lain-lain. Konser ini digelar di Gedung Kesenian Jakarta yang disiarkan oleh ANTV, yang kemudian mereka rekam secara live dan dirilis dalam bentuk album rekaman 2 jilid.[2]

Pada bulan Maret 2001, giliran Lilo yang keluar dari band ini. Namun KLa tetap berjalan terus walau hanya menyisakan Katon dan Adi. Kemudian tahun 2003, KLa memutuskan untuk menambah tiga orang personel baru, yaitu Erwin Prasetya, Yoel Vai dan Hari Goro. Nama mereka pun berubah menjadi NuKLa. NuKLa sempat mengeluarkan satu album pada tahun 2004 yang bertajuk “New Chapter”.

Pada tahun 2006, Erwin Prasetya memutuskan untuk keluar dari NuKLa karena perbedaan visi. Tak lama setelah itu, Katon Bagaskara menyatakan bahwa NuKLa berganti nama kembali menjadi KLa Project. Salah satu alasannya adalah sulitnya mengubah citra KLa yang lama menjadi baru.

Pada awal tahun 2009, KLa melakukan reuni dengan ditandai diluncurkannya album KLa Return yang beranggotakan tiga anggota awal mereka: Katon, Lilo, dan Adi.

Beberapa anggota KLa Project juga berkarier solo. Katon telah merilis enam album, Adi mencetak dua album, dan Lilo baru satu album.

Comments

Ernest Miller Hemingway

Sebuah perahu kecil di tengah laut. Jari-jemari lelaki tua merasakan kedutan-kedutan dari kail berumpan yang telah dilemparkannya ke tengah laut. Itu tandanya, ikan mulai menyantap umpannya. Sayang kailnya tak dapat langsung diangkat. Rupanya ikan yang menyantap umpannya terlalu besar dan garang: hiu. Saking besar dan garangnya, perahu ikut terseret, lalu diombang-ambingkan ke mana ikan itu meluncur dan meliuk-liuk. Lelaki tua itu berjuang mati-matian dalam rentang waktu yang panjang mengikuti gerak ikan yang terperangkap umpan di kailnya.

Itulah perjuangan yang mempertaruhkan nyawa serta menguji ketangguhan, keuletan, kesabaran, dan kecerdikan lelaki tua itu. Ini seperti sepotong perjudian yang mencari siapa yang lebih unggul: seorang lelaki tua atau seekor ikan? ”… manusia dapat dihancurkan, tetapi tidak dapat dikalahkan,” cetus lelaki tua itu. Kalimat terakhir kemudian menjadi satu rangkaian kata yang sering dikutip banyak orang dari novel The Old Man and the Sea karya Ernest Miller Hemingway  sang pemenang Nobel sastra. Sayang ia mengakhiri hidupnya, apakah ini pertanda dia dikalahkan?

Comments

27 Juli, Peristiwa yang makin sayup

Peristiwa yang sayup-sayup

Peristiwa yang sayup-sayup

Kebiasaan orang Indonesia yang gampang lupa. Kasus 27 Juli 1996, penyerangan kantor pusat DPP PDI pimpinan Megawati Soekarnoputri, oleh orang-orang terlatih, tidak tuntas hingga sekarang. Dan, sekarang nilai kepentingan untuk pengusutan makin sayup-sayup. Sayang sekali.

Comments

Alasan Mengucap Syukur

Sudahkah Anda mengucap syukur hari ini?

Sudahkah Anda mengucap syukur hari ini?

Saya dulu selalu berpikir arti mengucap syukur adalah bisa menemukan berbagai keberuntungan di tengah ketidakberuntungan dan mengucap terima kasih karena masih bisa menemukan keberuntungan dalam hidup saya. Salah satu cara menemukan keberuntungan saya adalah melihat orang-orang yang tidak beruntung. Saya merasa beruntung karena masih bisa makan setiap hari; banyak orang di sekitar saya yang tidak setiap hari bisa makan. Saya beruntung bisa mendapat gelar sarjana; banyak orang tidak bisa sekolah.

Namun, pemahaman saya ini malahan melemahkan iman. Jika saya hidup beruntung sementara orang lain tidak beruntung, betapa tidak tahu malu aku. Hidup beruntung di atas penderitaan orang lain. Dan, aku tidak berbuat apa pun. Tambahan lagi, jika tiba-tiba aku tidak menemukan alasan untuk mengucap syukur karena merasa tidak beruntung, lalu apa yang bisa aku ucapkan syukur? Lalu bagaimana aku bisa mengucap syukur dalam segala hal kalau saya harus menetapkan syarat?

Untunglah Allah mengingatkanku bahwa aku bisa mengucap syukur dalam segala hal. Yesus adalah alasan yang tidak pernah habis untukku mengucap syukur. Dan aku tidak perlu merasa bersalah mengucap syukur memiliki Yesus, Yesus mengasihi semua orang, yang beruntung atau yang tidak beruntung. Semua orang punya kesempatan yang sama memiliki Yesus—dan aku pun bisa mengabarkan keberuntungan kita dalam Yesus kepada orang-orang yang belum memiliki Yesus, miskin atau kaya. Dan, jika sudah memiliki Yesus, apa pun keadaan kita, tidak bisa dibandingkan dengan keberuntungan kita memiliki-Nya. Itu sebabnya Paulus mendesak kita untuk mengucap syukur dalam segala hal.

Bahan bacaan: Mazmur 111

nas: 1 Tesalonika 5:18

Doa: Allah terkasih, terima kasih karena menganugerahkan Yesus kepada kami, manusia berdosa.

Pokok Pikiran: Yesus sumber ucapan syukur terbesar kita.

Doa Syafaat: Orang-orang yang belum mengenal Yesus.

Comments

Fosil “Ida” Berusaha Menyingkap Asal Usul Kita

Sisa-sisa fosil binatang yang diklaim berusia 47 juta tahun, bernama “Ida”, disingkap di American Museum of Natural History sebagai kemungkinan ‘missing link’, di New York 19 Mei 2009. Dikatakan sebagai primate awal yang sekat dengan mulainya percabangan evolusi yang mengarah ke kera dan manusia.

Comments

Tentang Telepon Selular

Ponsel adalah hasil perkawinan antara Teknologi Komunikasi Telepon yang sudah dikenal sejak ditemukan oleh Alexander Graham Bell pada tahun 1876, dengan Teknologi Komunikasi Radio hasil temuan Nikolai Tesla dan Guglielmo Marconi pada tahun 1880 . Kedua teknologi komunikasi ini pada awalnya berkembang sendiri sendiri-sendiri. Namun tuntutan komunikasi selama perang dunia kedua mendorong dipadukannya kedua teknologi ini dalam sistem komunikasi bergerak (mobile communication) yang dipasang pada kendaraan-kendaraan dan pusat komando militer.

Seusai Perang, 1946, komersialisasi teknologi komunikasi ini mulai dilakukan. Pada tahun 1970, sistem telekomunikasi ini mengalami perubahan dramatis ketika Intel Corporation memperkenalkan microprocessor yang kemudian dikembangkan oleh Motorola oleh untuk sistem komunikasi. Sejak saat itu, teknologi ponsel makin berkembang dengan berdirinya berbagai provider di berbagai negara termasuk menyediakan koneksi antaroperator dan perubahan sistem analog ke digital. Hal yang baru dalam langkah digitalisasi ini adalah tersedianya fitur baru yaitu layanan pesan singkat (SMS). Teknologi telepon selular sampai tingkatan ini sering dinamakan 2G, meninggalkan generasi pertama 1G, yang analog dan terkotak-kotak. Namun saat ini, 2G dengan GSM sebagai rajanya mendekati masa pensiun dengan dikembangkannya generasi ketiga (3G), yang menggunakan teknologi UMTS ( Universal Mobile Telecommunication System ) atau WCDMA ( Wideband – Coded Division Multiple Access ). Teknologi ini tidak hanya merupakan penyempurnaan generasi sebelumnya (termasuk tarif komunikasi yang lebih murah) tetapi juga memungkinkan penggunanya dapat melihat lawan bicara melalui video streaming.

Penggunaan ponsel di Indonesia diawali dengan teknologi NMT (Nordic Mobile Telephone) dari Eropa pada tahun 1984 dan disusul AMPS (Advance Mobile Phone Sistem) pada tahun 1985 dengan sistem analog. Pada tahun 1993, GSM (Global System of Mobile Communication) memulai proyek percontohan di Indonesia dengan PT Telkomsel (anak perusahaan PT Telkom) sebagai pelaksana proyek. Dengan berbekal perangkat telepon berteknologi digital serta menggunakan SIM ( Subscriber Identification Number ) card yang terpisah dengan sirkuit utama telepon, PT Telkomsel sukses menarik minat pasar hanya dalam tempo dua tahun. Sebelum PT Telkom menuai sukses, PT Satelit Indonesia (Satelindo) telah beraksi terlebih dahulu di Jakarta pada tahun 1994 yang kemudian diklaim sebagai operator GSM pertama di Indonesia. Pada tahun 1996, PT Excelcomindo Pratama mengikuti jejak kedua perusahaan pendahulunya dan bergerak dalam bisnis ini. Ketiga perusahaan inilah yang kemudian menjadi tiga raksasa penyedia layanan telepon selular di Indonesia sampai sekarang. Ketiganya saling bersaing meluncurkan produk-produk yang memanjakan pelanggannya. Seiring dengan berubahnya paradigma penggunaan ponsel dari sekadar instrumen komunikasi menjadi penanda status sosial, kebutuhan sambungan telepon selular ini menjadi sangat besar. Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) memperkirakan bahwa tahun 2006, lebih dari 50 juta penduduk di Indonesia menggunakan ponsel.

Dalam ide dasar pengembangan ponsel, SMS sebenarnya bukanlah bagian integral dari bisnis telekomunikasi bergerak ini. Pengiriman pesan singkat antar pengguna baru dimungkinkan pada tahun 1991. Bahkan sekarang ini bukan hanya pengguna GSM yang menyediakan fasilitas SMS. Jaringan telepon rumah pun saat ini sudah dilengkapi dengan layanan SMS yang penggunaannya tergantung pada kesediaan perangkat lunak pesawat telepon.

Kenyataan di atas berimplikasi ganda, baik dari pihak penyedia layanan, maupun pengguna layanan. Dari penyedia layanan , ada upaya untuk terus menerus menyempurnakan atau mengembangkan layanan SMS dari bentuk tradisional yang hanya dapat mengirim pesan antarpesawat ponsel. Jika pada awalnya SMS hanya mengizinkan pesan dengan 160 karakter, saat ini bisa mengirim pesan sampai tiga kali lipat (jadi sebenarnya tidak short lagi). SMS juga dikembangkan untuk mengirimkan gambar dan suara bersamaan dengan SMS, antara lain EMS ( Enhanced Message Service ) dan MMS ( Multimedia Message Service ) .

Comments

Orang-orang Indonesia Memang Hebat

Baru-baru ini saya mendapat berita menggembirakan tentang kemenangan Tim Robot Indonesia dari Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) Bandung yang berhasil meraih juara I dan memperoleh medali emas dalam ‘International Robo Games’ yang diselenggarakan di San Francisco, AS. Kompetisi Robot Internasional yang berlangsung selama 3 hari (12-14 Juni 2009) itu diperkirakan dihadiri sekitar 3.000 orang.

Kemenangan Indonesia diperoleh melalui penampilan Robot DU-114 yang meraih waktu tercepat dalam mencari sumber api dan memadamkannya dengan semprotan air secara otomatis.

Kemenangan ini patut dibanggakan mengingat Tim Robot Indonesia baru pertama kalinya bertanding di luar negeri. Tim dari Indonesia berhasil mengalahkan tim dari negara-negara maju, termasuk dari Amerika Serikat sendiri..

Nama robot DU-114 diambil dari singkatan alamat kampus UNIKOM di Jln. Dipati Ukur No. 114, Bandung. Robot tersebut adalah hasil karya mahasiswa UNIKOM Rudi Hartono di bawah bimbingan Ketua Divisi Robotika UNIKOM Yusrila Yeka Kerlooza.

Berita ini bagi saya benar-benar menjadi semacam oase bagi saya. Betapa tidak, kemenangan ini menunjukkan bahwa dalam bidang teknologi pun, Indonesia tidak sekadar tidak kalah. Indonesia menang atas negara yang selama ini digambarkan sebagai surganya teknologi tingkat tinggi.

Saat kondisi Indonesia saat ini yang dipenuhi berita-berita penuh keterpurukan, saya sedikit bangga. Saat martabat Indonesia dianiaya tanpa bisa berbuat apa pun, saya merasa bahwa Indonesia dapat bangkit. Saat Indonesia saat ini dibanjiri produk impor dari yang kelas China hingga kelas Eropa, dengan mengatasnamakan harga murah dan kualitas, saya merasa Indonesia dapat mematahkan semua mitos itu.

Jadi, apa yang dapat kita lakukan? Terus berkarya dan yakin bahwa tiap rakyat Indonesia adalah orang-orang yang mampu mengungguli kemampuan bangsa lain. Apa pun itu.

Lalu? Cintailah produk dalam negeri sebab sebagus apa pun karya orang Indonesia, jika orang Indonesia sendiri tidak membeli produk orang Indonesia, sama saja sia-sia. Yakinlah bahwa produk Indonesia tidak sekadar tidak kalah dengan produk luar negeri. Produk Indonesia unggul dibandingkan produk luar negeri.

Berita lengkap dapat diunduh di:

http://www.detikinet.com/read/2009/06/16/071450/1148461/398/tim-robot-indonesia-juara-di-san-francisco

Comments

Para Calon Presiden Tidak Pernah Merasakan Miskin

Dari tiga orang yang menjadi calon Presiden Indonesia pada pemilu 2009, tidak satu pun yang pernah jadi orang miskin.

Susilo Bambang Yudhoyono, lahir di Kabupaten Pacitan, Jawa Timur pada 9 September 1949 dari anak pasangan Raden Soekotjo dan Siti Habibah. Dari ayahnya, silsilahnya dapat dilacak hingga Pangeran Buwono Keling dari Kerajaan Majapahit. Kustilah merupakan Sri Sultan Hamengkubuwono III.

Jusuf Kalla adalah anak pengusaha kaya di Sulawesi Selatan. Ia mewarisi NV. Hadji Kalla dan perusahaannya berkembang sangat besar.

Megawati adalah anak Presiden Soekarno. Dari kalimat ini pun kita sudah mendapat gambaran fasilitas apa saja yang ia nikmati sebagai anak presiden.

Para wakil presiden pun tidak berbeda. Mungkin Boediono dan Wiranto yang boleh dibilang berlatar belakang biasa saja. Walau begitu, mereka bukan berasal dari strata sosial terendah dalam masyarakat Indonesia. Prabowo pun anak seorang Soemitro Hadidjojokoesoemo, seorang menteri zaman Soekarno.

Lalu, dengan latar belakang seperti itu, bagaimana mereka menyatakan diri membela rakyat kecil? Mereka tidak pernah merasakan diri menjadi rakyat kecil.

Jadi, hanya dengan meneliti program mereka yang konkret—apakah program tersebut dapat diterapkan atau tidak—bisalah kita menilai, mereka peduli terhadap masyarakat atau tidak. Jika menilai dari jargon-jargon mereka, jelas mereka hanya memberikan janji manis.

Selain itu, mereka akan bekerja di dalam sistem ekonomi yang sudah mantap. Gembar-gembor tentang apa pun tidak akan mengubah drastis kehidupan rakyat. Sebab sistem itu sudah diletakkan sejak zaman kolonial hingga sekarang. Abdurrahman Wahid yang mencoba mengubahnya, malah terpental.

Jadi jika ada seseorang calon dicap sebagai penganut mazhab ekonomi tertentu, belum tentu yang memberi cap tidak melakukan hal yang sama saat dia berada di tampuk kekuasaan. Sebab, mereka semua mendapat keuntungan dari sistem ekonomi yang telah berlangsung ratusan tahun itu.

Maka, apa pun keputusan Anda, apakah hendak memilih atau menjadi golput, Anda harus terus kritis terhadap setiap kebijakan pemimpin yang bakal memimpin Anda lima tahun ke depan. Bahkan revolusi tahun 1998 pun tidak mengubah apa pun kan?

Comments

« Previous entries